Berbagi Pengetahuan dan Wawasan Setiap Hari

Iklan Header (Auto Ads Ready)

Pulau Sepandan : Pulau kecil ini ada di Danau Sentarum, Kapuas Hulu

Kalau ada yang nanya pulau mana yang bikin saya agak menyesal nggak bawa kamera cadangan, jawabannya ya Pulau Sepandan. Pulau kecil ini ada di Danau Sentarum, Kapuas Hulu, dan pertama kali saya dengar namanya, saya kira cuma pulau biasa yang ada di tengah danau. Eh ternyata salah besar. Pulau ini punya vibes yang nggak kalah sama destinasi wisata mainstream, malah lebih “raw” dan alami.

Pulau Sepandan

Saya masih ingat waktu itu berangkat naik perahu kayu. Air danau lagi tinggi, jadi perjalanan lumayan mulus. Tapi jujur, agak frustasi juga karena saya salah prediksi cuaca. Kirain bakal panas terik, eh ternyata mendung tebal. Jadi banyak foto yang gelap dan buram. Dari situ saya belajar: kalau mau main ke Sepandan, bawa perlengkapan tahan cuaca, apalagi kalau niat bikin konten buat blog atau Instagram. Jangan kayak saya, yang nekat cuma bawa satu kamera dan nggak ada pelindung hujan.

Yang bikin Pulau Sepandan beda itu suasananya. Ada hutan tropis lebat di tengah, suara burung, plus udara yang masih super bersih. Saya sempat jalan muter, meski nggak ada jalur resmi kayak di destinasi wisata populer. Dan justru itu yang seru. Rasanya kayak nemuin hidden gem yang belum banyak terjamah. Saya sempat nyasar juga, tapi akhirnya malah ketemu spot tepi danau yang super tenang. Dari situ kelihatan langit sore, warnanya oranye keemasan, dan saya cuma bisa bengong karena indah banget.

Tips buat yang mau ke sini: pastikan koordinasi sama warga lokal. Mereka biasanya tahu kondisi danau, perahu mana yang aman, sampai spot mana yang bisa dijadikan tempat camp. Saya pernah terlalu percaya diri, nggak tanya banyak hal, dan ujung-ujungnya kelabakan nyari tempat berteduh waktu hujan deras. Jadi pelajarannya: jangan sok tahu, dengerin orang lokal, karena mereka lebih paham ritme alam di Danau Sentarum.

Saya pribadi merasa Pulau Sepandan ngajarin soal “slow travel.” Kadang kita nggak perlu tempat fancy atau fasilitas lengkap untuk bisa bahagia. Duduk di tepi danau, dengar suara air, itu udah healing banget. Jadi, kalau kamu cari destinasi yang masih alami, nggak terlalu ramai, dan bisa kasih pengalaman autentik, Pulau Sepandan ini wajib ada di bucket list.

Pulau Sepandan

Itinerary Sehari di Pulau Sepandan, Danau Sentarum

Buat kamu yang cuma punya waktu sehari, jangan khawatir. Pulau Sepandan bisa dieksplor dalam satu hari penuh, asal kamu pinter atur waktu. Ini kira-kira rundown berdasarkan pengalaman saya dulu, lengkap dengan plus-minusnya.

Pagi (07.00 – 09.00): Perjalanan menuju Pulau Sepandan
Berangkatlah pagi-pagi dari Putussibau atau dari desa sekitar Danau Sentarum. Waktu tempuh naik perahu motor bisa bervariasi tergantung kondisi air, rata-rata 1–2 jam. Waktu itu saya agak telat berangkat (jam 9-an), akibatnya kelewat golden hour di danau. Jadi saran saya, start lebih awal biar dapat suasana pagi yang adem plus cahaya bagus buat foto.

Menjelang Siang (10.00 – 12.00): Eksplorasi hutan kecil di pulau
Begitu sampai, coba jalan kaki keliling. Pulau ini nggak besar, tapi punya hutan tropis mini yang masih asri. Saya sempat dengar suara burung enggang, meski nggak berhasil foto (mereka keburu kabur, haha). Pakai sepatu atau sandal gunung yang nyaman, soalnya jalurnya masih tanah dan kadang becek kalau habis hujan.

Siang (12.00 – 13.00): Makan siang ala piknik
Waktu saya ke sana, nggak ada warung atau penjual makanan. Jadi, bawalah bekal dari rumah atau beli di desa sebelum berangkat. Saya sempat menyesal cuma bawa snack dan air mineral. Untung ada warga lokal yang baik hati, mereka berbagi ikan asin dan nasi bungkus. Jadi jangan ngulang kesalahan saya, ya.

Sore (14.00 – 16.00): Santai di tepi danau
Bagian favorit saya: duduk di tepi danau, menikmati angin sepoi-sepoi. Kalau beruntung, airnya bening dan bisa dipakai buat sekadar main kaki. Spot ini juga cakep banget buat foto siluet sore hari. Saya sempat ketinggalan moment sunset karena mendung, tapi katanya kalau cuaca cerah, pemandangannya luar biasa.

Menjelang Malam (16.00 – 18.00): Perjalanan pulang
Saran saya, jangan pulang terlalu malam karena navigasi di danau bisa berisiko kalau cahaya minim. Kapal kecil nggak ada lampu lengkap, jadi lebih aman kembali sebelum gelap.


Tips tambahan buat itinerary ini:

  • Bawa power bank & dry bag, sinyal di beberapa titik lumayan lemah jadi jangan harap bisa andalkan HP untuk navigasi.

  • Pakai sunblock & topi meski cuaca mendung, karena pantulan cahaya air danau tetap bisa bikin kulit gosong.

  • Jangan lupa koordinasi sama boatman atau warga lokal soal waktu jemput, biar nggak stranded di pulau.

Itinerary ini fleksibel banget, bisa dipadatkan kalau kamu cuma mau sightseeing, atau diperpanjang kalau niat camping.