Puncak Ciloto Bogor : Wajib Tahu keindahan alam di Indonesia
Kalau ngomongin Puncak Ciloto Bogor, saya langsung keinget perjalanan spontan yang pernah saya lakukan beberapa tahun lalu. Waktu itu sebenarnya cuma niat ngopi di daerah Puncak, tapi entah kenapa malah bablas ke Ciloto. Jalannya berkelok, hawanya dingin, dan mata saya dimanjakan sama hamparan kebun teh yang kayak karpet hijau. Rasanya kayak nemu hidden gem yang nggak terlalu padat kayak kawasan Puncak Pass.
Awalnya saya kira Ciloto itu cuma tempat lewat aja. Tapi pas berhenti di salah satu spot tepi jalan, ternyata view-nya gokil banget. Dari atas bisa lihat lembah berkabut yang bikin suasana makin dramatis. Saya sempat nyesel, kenapa nggak dari dulu mampir ke sini? Apalagi harga tiket masuk ke beberapa spot wisata di Ciloto jauh lebih ramah kantong dibanding tempat mainstream di Bogor.

Satu hal yang saya pelajari: jangan pernah remehkan rest area atau warung pinggir jalan di Ciloto. Serius, kopi tubruk panas plus gorengan tempe mendoan di udara sedingin itu, rasanya lebih nikmat dari kopi mahal di kafe modern. Bahkan ada satu warung kecil yang jual mie rebus sederhana, tapi sumpah, itu mie terenak versi saya karena dimakan sambil ditemani kabut turun.
Nah, kalau ngomongin tips praktis buat kalian yang pengin ke Puncak Ciloto, pertama: coba berangkat agak pagi biar nggak kejebak macet. Jalanan menuju Ciloto ini sering padat, apalagi weekend atau libur panjang. Kedua: bawa jaket tebal, jangan remehkan udara di sini. Malam hari bisa tembus sampai 15 derajat, lumayan bikin menggigil kalau nggak siap. Ketiga: kalau niat foto-foto, mending siapkan kamera dengan mode wide. Pemandangannya luas banget, sayang kalau cuma pakai zoom biasa.
Saya juga sempat salah perhitungan waktu itu. Kirain bisa balik ke Bogor kota sebelum magrib, eh ternyata jalanan macet parah. Akhirnya saya harus sabar stuck di jalur selama hampir dua jam. Dari pengalaman itu, sekarang saya lebih sering nginep semalam di sekitar Ciloto. Banyak villa murah atau penginapan sederhana, bahkan ada camping ground yang cukup oke kalau suka suasana outdoor.
Buat pecinta tanaman, jangan lewatkan kebun bunga dan pembibitan yang banyak di sekitar Ciloto. Waktu itu saya pulang bawa bibit bunga lavender cuma 15 ribu rupiah, dan surprisingly masih hidup sampai sekarang di halaman rumah. Hal-hal kecil kayak gitu bikin perjalanan jadi lebih berkesan.
Intinya, Puncak Ciloto Bogor itu bukan cuma jalur penghubung ke Cianjur, tapi juga destinasi yang layak banget dimasukin itinerary. Entah mau sekadar healing, hunting foto, atau wisata kuliner sederhana, semuanya ada. Kadang kita terlalu sibuk ngejar spot terkenal, padahal tempat yang lebih sepi justru nyimpen pengalaman yang lebih autentik.
Itinerary Sehari Penuh di Puncak Ciloto Bogor
19.00 – 21.00: Makan Malam + Persiapan Pulang
Kalau mau pulang hari itu juga, lebih baik makan malam dulu biar perjalanan nggak terasa berat. Pilihan favorit biasanya sate kelinci atau nasi timbel. Tapi kalau lagi macet banget, mending stay semalam di penginapan sekitar Ciloto. Harga penginapan mulai dari Rp150 ribu – Rp400 ribu, tergantung fasilitas.
.jpg)
Tips Hemat ke Puncak Ciloto Bogor
-
Berangkat Rombongan Lebih Seru + MurahKalau bisa, ajak teman atau keluarga. Biaya bensin, parkir, sampai penginapan bisa patungan. Selain itu, perjalanan jadi lebih rame dan nggak gampang bosen.
-
Bawa Bekal dari RumahSerius, ini trik klasik tapi ampuh. Air mineral botol besar dan snack kecil lumayan hemat. Soalnya kalau beli di warung-warung pinggir jalan, biasanya harga naik 20–30%.
-
Pilih Makan di Warung LokalJangan keburu mampir ke restoran besar. Di Ciloto, banyak warung sederhana yang rasanya enak banget, porsinya besar, dan harganya bersahabat. Makan berdua jarang sampai 50 ribu kalau di warung lokal.
-
Gunakan Transportasi UmumKalau kamu solo traveler dan pengen irit, bisa naik bus jurusan Bogor – Cianjur lalu turun di Ciloto. Dari sana tinggal jalan kaki atau naik ojek ke spot wisata. Memang agak ribet, tapi lumayan hemat.
-
Datang di Hari BiasaWeekend = macet + harga penginapan naik. Kalau bisa, datang di weekday. Selain lebih sepi, biasanya tarif villa/penginapan bisa turun 20–30%.
Rekomendasi Penginapan Murah di Ciloto
-
Lokasi strategis di pinggir jalan utama. Kamarnya sederhana tapi bersih, dan ada balkon kecil buat lihat pemandangan. Harga mulai dari Rp200 ribu/malam. Cocok buat pasangan atau keluarga kecil.
-
Ciloto Indah PermaiSalah satu penginapan legendaris di kawasan ini. Fasilitas lengkap ada kolam renang, taman, sampai resto. Rate kamar standar sekitar Rp250 ribu–Rp300 ribu. Kalau bawa anak, tempat ini ramah keluarga banget.
-
Penginapan Pondok Wisata AlamKonsepnya semi-villa dengan suasana kebun. Harganya lebih murah, sekitar Rp150 ribu–Rp200 ribu. Suasananya tenang, pas buat yang cari healing tanpa banyak gangguan.
-
Kalau suka outdoor, bisa coba camping ground. Sewa tenda rata-rata Rp100 ribu–Rp150 ribu per malam, sudah termasuk matras dan sleeping bag. Bonusnya, malam hari bisa lihat bintang lebih jelas.
Trik Tambahan Biar Liburan Nggak Boncos
-
Booking Online Lebih Murah: Kadang harga di aplikasi kayak Traveloka atau Agoda lebih murah daripada datang langsung. Tapi kalau weekday, coba tawar langsung ke pemilik villa, sering dapat diskon tambahan.
-
Hindari Musim Liburan Panjang: Tarif bisa naik dua kali lipat kalau pas Lebaran atau Tahun Baru. Kalau fleksibel, pilih bulan biasa (Februari–April atau September–November).
-
Manfaatkan Villa Sharing: Ada beberapa villa besar di Ciloto yang disewakan per kamar, bukan per unit. Cocok kalau kamu solo traveler tapi pengen suasana villa.
Kuliner Khas Ciloto & Puncak yang Wajib Dicoba