Berbagi Pengetahuan dan Wawasan Setiap Hari

Iklan Header (Auto Ads Ready)

Itinerary Nusa Penida 2 Hari 1 Malam: Eksplor Barat & Timur Sekaligus

Nusa Penida - Kalau ditanya, “Berapa lama idealnya di Nusa Penida?” Saya biasanya jawab: minimal dua hari. Satu hari itu terlalu mepet, kecuali kamu mau sekadar foto di Kelingking lalu pulang. Saya pernah coba versi 1 hari, hasilnya? Pulang dengan betis gemetar dan kamera penuh foto buram karena buru-buru. Jadi kali ini, saya share itinerary 2 hari 1 malam yang menurut saya paling pas.

Nusa Penida

Hari Pertama – Jelajah Bagian Barat

Begitu nyampe di Pelabuhan Toyapakeh sekitar jam 9 pagi, saya langsung sewa motor (75 ribu/hari). Jalannya memang agak rusak, jadi siap-siap aja kalau bokong sedikit “uji suspensi.” Spot pertama tentu saja Kelingking Beach. Dari atas tebing, view-nya beneran bikin mulut spontan bilang “gila sih!” Walau banyak orang, tetap worth it. Kalau punya energi ekstra, turunlah ke pantai. Tapi ingat, turun butuh 40–50 menit, naiknya bisa 1 jam lebih.

Setelah puas, lanjut ke Broken Beach dan Angel’s Billabong. Jaraknya cuma 10 menit. Saran saya, jangan datang pas ombak lagi tinggi karena bisa bahaya banget. Sore menjelang sunset, Crystal Bay jadi tempat paling pas. Saya sempat snorkeling sebentar, airnya jernih dan ikannya warna-warni. Malamnya, saya cari penginapan sederhana di sekitar Toyapakeh (200 ribuan/malam). Bukan mewah, tapi cukup nyaman untuk istirahat.

Hari Kedua – Eksplor Bagian Timur

Bangun pagi sekitar jam 6, saya langsung tancap gas ke arah timur. Tujuan utama: Diamond Beach. Jalan ke sana lumayan panjang, tapi begitu sampai, rasanya semua capek terbayar. Tangga putih yang menurun ke pantai itu fotogenik banget. Pantainya lebih sepi dibanding Kelingking, jadi cocok buat yang mau santai.

Nggak jauh dari situ ada Atuh Beach. Saya sarapan sederhana di warung pinggir pantai—cuma mie instan dan kopi hitam—tapi rasanya nikmat banget karena ditemani view tebing megah. Dari sana, bisa sekalian mampir ke Rumah Pohon Molenteng. Spot ini sering dipakai buat foto Instagram, tapi aslinya lebih cantik dari feed mana pun.

Kalau masih ada waktu sebelum balik, sempatkan mampir ke Bukit Teletubbies. Rumput hijau bergelombang ini bikin suasana agak beda, kayak bukan di Bali. Sore hari sekitar jam 3 atau 4, balik lagi ke pelabuhan untuk kapal terakhir ke Sanur.

Nusa Penida

Pantai Terindah di Nusa Penida yang Wajib Masuk Bucket List

Kalau ada satu hal yang bikin saya jatuh cinta sama Nusa Penida, itu jelas pantainya. Beda banget dengan pantai Bali di daratan utama yang kadang sudah terlalu ramai. Di sini, pantai masih terasa liar, alami, dan butuh usaha ekstra buat dicapai. Tapi justru perjuangan itu yang bikin semuanya lebih berkesan.

1. Kelingking Beach

Saya taruh ini di urutan pertama bukan karena mainstream, tapi karena memang spektakuler. Dari atas tebing, bentuknya mirip dinosaurus raksasa, dan view biru lautnya bikin semua orang lupa sama panas matahari. Waktu saya nekat turun ke bawah, jalurnya bikin lutut gemetar. Tapi begitu sampai di pasir putih yang halus, rasanya kayak menemukan surga pribadi. Kalau niat ke sini, siapin fisik dan jangan bawa barang berat.

2. Diamond Beach

Pantai ini menurut saya underrated. Jalurnya berupa tangga putih yang menempel di tebing, agak curam tapi aman. Turun sambil lihat tebing karang runcing yang menjulang, rasanya kayak masuk ke lukisan. Di bawah, ombaknya kencang, jadi lebih cocok untuk foto dan duduk santai. Waktu terbaik ke sini pagi hari, karena cahaya matahari bikin lautnya berkilau biru kehijauan.

3. Atuh Beach

Nggak jauh dari Diamond, ada Atuh Beach. Bedanya, akses ke pantai ini lebih landai, jadi lebih ramah buat yang malas trekking berat. Saya sempat duduk di warung kecil sambil makan kelapa muda dingin, dan sumpah, itu salah satu momen paling nikmat di Nusa Penida. Tebing-tebing besar yang melingkari pantai bikin suasananya megah sekaligus damai.

4. Crystal Bay

Kalau cari pantai buat snorkeling, Crystal Bay jawabannya. Airnya jernih, dan ikannya warna-warni. Saya sempat nyebur sebentar dan langsung ketemu ikan kecil yang berenang di sekitar. Sore menjelang sunset, pantai ini juga jadi spot romantis. Kalau datang berpasangan, dijamin bakal betah.

5. Suwehan Beach

Ini hidden gem yang nggak banyak orang tahu. Jalurnya memang lumayan menantang, tapi pantainya masih sepi dan punya pasir putih yang super halus. Ada batu karang unik di tengah laut yang bikin pemandangan tambah dramatis. Rasanya kayak punya pantai pribadi, apalagi kalau datang pagi sebelum ada orang lain.

Cara ke Nusa Penida dari Bali: Panduan Lengkap untuk Pemula

Buat yang pertama kali mau ke Nusa Penida, biasanya pertanyaan paling sering muncul adalah: “Gimana sih cara ke sananya?” Saya pun dulu sama, sempat bingung karena info di internet beda-beda. Jadi biar nggak ribet kayak saya dulu, saya rangkum cara paling gampang dan realistis buat kamu yang pengen nyebrang dari Bali ke Nusa Penida.

1. Jalur Paling Populer: Sanur ke Nusa Penida

Kebanyakan wisatawan pilih berangkat dari Pelabuhan Sanur. Dari sini, ada banyak fast boat yang beroperasi tiap hari. Jadwalnya biasanya mulai jam 07.00 pagi sampai sore. Harga tiket sekitar Rp150.000–200.000 sekali jalan, tergantung operator. Waktu tempuh sekitar 35–45 menit, kalau laut lagi tenang.

Pengalaman pribadi: saya pernah telat datang 10 menit, dan kapal benar-benar ninggalin tanpa kompromi. Jadi, kalau mau aman, datanglah minimal 30 menit sebelum jadwal. Di Sanur sekarang sudah ada dermaga modern, jadi naik kapal lebih nyaman daripada dulu yang harus nyebur ke air setinggi lutut.

2. Alternatif: Kusamba dan Padang Bai

Kalau kamu menginap di area timur Bali, lebih gampang berangkat dari Kusamba (Klungkung) atau Padang Bai. Dari Kusamba, harga tiket fast boat biasanya lebih murah, sekitar Rp100.000–150.000, dan waktu tempuh ke Nusa Penida sekitar 30 menit. Sementara dari Padang Bai, ada opsi kapal feri juga, tapi durasinya bisa sampai 1,5 jam. Cocok kalau kamu bawa motor atau mobil sendiri.

Saya sempat coba feri dari Padang Bai, dan rasanya lebih santai. Kapal besar, jadi nggak terlalu goyang. Tapi ya, siap-siap lebih lama.

3. Booking Tiket: Online atau On the Spot?

Sekarang tiket fast boat bisa dibeli online lewat aplikasi travel atau website operator. Praktis, tapi biasanya sedikit lebih mahal. Kalau mau hemat, beli langsung di pelabuhan. Tapi ya ada resiko: pas high season (Juni–Agustus, Desember), tiket cepat banget habis. Jadi saran saya: kalau pergi saat musim ramai, mending booking online biar nggak kehabisan.

4. Tips Nyebrang ke Nusa Penida

  • Bawa tas kecil aja. Kalau bawa koper besar, agak repot naik-turun kapal.

  • Cek cuaca. Ombak di Bali selatan kadang lumayan tinggi. Kalau kamu gampang mabuk laut, minum obat anti-mabuk dulu.

  • Datang pagi. Selain laut biasanya lebih tenang, kamu juga bisa langsung mulai itinerary begitu sampai.

  • Siapin uang cash. Beberapa operator kecil kadang nggak terima pembayaran cashless.

Tips Praktis

  • Bawa uang cash cukup. ATM jarang, sinyal sering hilang.

  • Sunscreen wajib. Saya pernah abai, hasilnya kulit gosong dua minggu.

  • Bawa air minum. Jalur panas dan jarang ada warung.

  • Kalau nggak pede naik motor, sewa mobil + driver (sekitar 600 ribu/hari). Lebih mahal, tapi aman dan nyaman.

Dengan itinerary ini, kamu bisa merasakan dua sisi Nusa Penida: barat yang ikonik dan timur yang lebih tenang. Capek? Pasti. Tapi percaya deh, rasa lelah itu bakal kalah sama memori yang dibawa pulang.

Tips Eksplor Pantai di Nusa Penida

  • Jangan terlalu percaya Google Maps, kadang jalannya bikin nyasar. Tanya warga lokal lebih aman.

  • Pakai sandal gunung atau sepatu trekking, bukan sandal jepit murahan. Jalan setapak di sini curam dan licin.

  • Bawa air minum dan snack kecil, karena nggak semua pantai ada warung.

  • Kalau ke Kelingking atau Suwehan, jangan paksa turun kalau kondisi badan lagi capek. Naiknya bisa jauh lebih berat dari turunnya.

Buat saya, pantai-pantai di Nusa Penida bukan sekadar tempat foto Instagram. Mereka adalah pengalaman—campuran rasa lelah, keringat, kagum, bahkan sedikit takut. Tapi pada akhirnya, semua itu terbayar dengan pemandangan yang nggak bakal hilang dari ingatan.

Kesimpulan

Cara paling gampang ke Nusa Penida ya lewat Sanur dengan fast boat. Tapi kalau lagi ada di timur Bali, coba berangkat dari Kusamba atau Padang Bai, bisa lebih hemat waktu perjalanan darat. Apapun pilihannya, kuncinya adalah persiapan. Jangan sampai kayak saya dulu: sok santai, telat, dan akhirnya harus nunggu kapal berikutnya hampir satu jam.