Mau ke Banda Neira Maluku Baca Ini untuk Informasinya
Banda Neira Maluku - Beberapa tahun lalu saya akhirnya bisa menginjakkan kaki di Banda Neira, Maluku. Dari dulu saya cuma tahu pulau ini lewat buku sejarah—tempat rempah-rempah yang bikin bangsa Eropa ribut. Tapi waktu pertama kali kapal merapat ke pelabuhan Banda, jujur saya langsung merasa kayak masuk ke dunia lain. Lautnya biru banget, gunung api berdiri megah di depan mata, dan orang-orangnya ramah luar biasa.
Salah satu pengalaman paling berkesan buat saya itu snorkeling di sekitar Pulau Hatta. Airnya sebening kaca, ikan warna-warni berenang di antara karang yang masih sehat. Saya sempat kaget karena nggak butuh jauh-jauh ke Maldives untuk lihat pemandangan bawah laut seindah itu. Tapi ya, saya juga sempat bikin kesalahan klasik: lupa pakai rash guard. Akhirnya pulang-pulang kulit belang setengah gosong. Lesson learned—kalau ke Banda, sunscreen itu wajib hukumnya, minimal SPF 50.
Selain laut, Banda Neira kaya banget dengan peninggalan sejarah. Saya sempat mampir ke Benteng Belgica, bangunan peninggalan Belanda yang letaknya di atas bukit kecil. Dari situ pemandangannya 360 derajat—laut, kampung, dan gunung api Banda yang gagah. Ada rasa aneh waktu berdiri di sana, membayangkan dulu tempat ini jadi pusat perebutan pala dan fuli. Konon katanya, dulu satu kilogram pala bisa lebih mahal daripada emas. Jadi nggak heran kalau pulau kecil ini pernah jadi rebutan besar.
Saya juga sempat ngobrol sama penduduk lokal yang ceritain tentang tradisi cuci negeri dan bagaimana masyarakat Banda menjaga kearifan lokalnya. Hal kayak gini yang bikin saya sadar, traveling bukan cuma soal foto Instagram, tapi juga belajar langsung tentang kehidupan orang di tempat lain. Dan jujur aja, saya sempat frustrasi karena koneksi internet di sana agak lelet. Tapi sisi positifnya, itu bikin saya lebih “lepas” dari gadget dan benar-benar menikmati momen.
Kalau mau ke Banda Neira, saya punya beberapa tips praktis. Pertama, rencanakan waktu perjalanan. Nggak ada penerbangan langsung ke sini, jadi biasanya harus transit lewat Ambon, terus lanjut naik kapal cepat atau pesawat kecil. Kedua, bawa cash secukupnya karena ATM masih terbatas. Ketiga, jangan cuma stay di satu pulau. Ada banyak pulau kecil di sekitarnya—Pulau Run, Pulau Ai, dan Pulau Rhun—masing-masing punya pesona sendiri.

Itinerary 3 Hari di Banda Neira, Maluku
Destinasi pertama tentu Benteng Belgica. Dari atas benteng, mata langsung dimanjakan pemandangan Gunung Api Banda yang gagah. Setelah itu mampir ke Museum Rumah Budaya Banda Neira untuk lihat koleksi sejarah dan artefak masa kolonial. Sore hari, santai di tepi pantai sambil menikmati pisang goreng dan teh panas khas Banda. Malamnya jangan lupa makan ikan bakar segar—rasa manis daging ikan laut Banda itu beda banget.
Setelah puas di Hatta, lanjut ke Pulau Ai. Suasananya lebih tenang, pasir putihnya lembut banget di kaki. Saya pribadi suka bawa bekal makan siang dan piknik kecil di sini. Sore menjelang, biasanya perahu akan kembali ke Banda Neira dengan pemandangan matahari terbenam yang luar biasa. Trust me, golden hour di Banda itu susah banget dikalahkan.
Sebelum pulang, pastikan beli oleh-oleh khas: pala kering, fuli, atau sirup pala yang manis segar. Saya pernah salah perhitungan, cuma bawa koper kecil, akhirnya harus nambah tas dadakan karena kebawa kalap belanja rempah. Jadi tips kecil: siapin space ekstra di tas ya.
Estimasi Biaya Perjalanan ke Banda Neira
Sebelum berangkat ke Banda Neira, jujur saya sempat mikir, “Waduh, ini bakal bikin kantong jebol nggak ya?” Ternyata setelah dihitung-hitung, biayanya masih cukup ramah kalau direncanain dengan baik. Berikut breakdown kasar yang bisa jadi patokan:
1. Transportasi ke Banda Neira
-
Pesawat Jakarta – Ambon (PP): sekitar Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000 (tergantung maskapai & musim).
-
Ambon – Banda Neira: ada dua pilihan:
-
Kapal cepat Express Bahari (sekitar 6 jam): Rp 400.000 – Rp 500.000 sekali jalan.
-
Pesawat kecil (sekitar 1 jam): Rp 900.000 – Rp 1.200.000 sekali jalan.
Jadi total transport PP Jakarta – Banda bisa di kisaran Rp 5 – 7 jutaan.
-
2. Akomodasi
Di Banda Neira belum ada hotel berbintang, tapi guesthouse dan homestay banyak dan cozy.
-
Guesthouse sederhana: Rp 200.000 – Rp 350.000 per malam.
-
Homestay dengan fasilitas lebih oke: Rp 400.000 – Rp 600.000 per malam.
Kalau nginep 3 malam, kira-kira budget Rp 1 – 1,5 juta.
3. Makan & Minum
Harga makanan di Banda relatif terjangkau, apalagi kalau suka seafood.
-
Makan di warung lokal: Rp 25.000 – Rp 40.000 per porsi.
-
Menu ikan bakar + nasi + sambal: sekitar Rp 50.000 – Rp 70.000.
Estimasi 3 hari makan: Rp 500.000 – Rp 700.000.
4. Aktivitas & Sewa Perahu
-
Sewa perahu untuk island hopping (sudah termasuk BBM & juru kemudi): Rp 600.000 – Rp 800.000 per hari, bisa patungan 4–6 orang.
-
Sewa alat snorkeling: Rp 50.000 – Rp 75.000 per set.
-
Guide trekking Gunung Api Banda (opsional): Rp 250.000 – Rp 400.000.
5. Oleh-Oleh
-
Pala kering 1 kg: Rp 80.000 – Rp 120.000.
-
Sirup pala botol: Rp 50.000 – Rp 70.000.
-
Souvenir kecil (kaos, gantungan kunci): Rp 25.000 – Rp 100.000.
Kalau bawa Rp 500.000 buat belanja, udah bisa pulang dengan koper penuh rempah.
Total Estimasi 3 Hari 2 Malam (dari Jakarta):
Sekitar Rp 8 – 10 juta per orang (sudah termasuk transport, akomodasi, makan, aktivitas, dan oleh-oleh). Kalau berangkat bareng teman, bisa jauh lebih hemat karena sewa perahu dan guide bisa dibagi.
.jpg)
Tips Perjalanan Hemat ke Banda Neira
Waktu pertama kali ke Banda Neira, saya sempat agak panik lihat biaya transport yang lumayan tinggi. Tapi setelah ngobrol sama traveler lain di sana, ternyata ada banyak cara untuk bikin perjalanan lebih hemat tanpa mengurangi keseruan.
1. Pilih Jalur Kapal daripada Pesawat Kecil
Memang pesawat kecil dari Ambon ke Banda itu praktis banget, cuma 1 jam. Tapi harganya bisa 2x lipat dibanding kapal cepat. Kalau mau hemat, naik kapal cepat Express Bahari saja. Selain lebih murah (sekitar Rp 400 ribu), perjalanan 6 jam juga jadi pengalaman tersendiri—bisa lihat laut luas, pulau-pulau kecil, bahkan kadang lumba-lumba.
2. Cari Promo Tiket Pesawat Jakarta – Ambon
Jangan buru-buru beli tiket. Saya biasanya pakai aplikasi yang bisa kasih notifikasi harga turun. Kalau pesan jauh hari (2–3 bulan sebelumnya), tiket PP Jakarta – Ambon bisa dapat di bawah Rp 3 juta. Lumayan banget kan bedanya.
3. Menginap di Homestay Lokal
Daripada guesthouse yang agak mahal, homestay lebih ramah kantong. Harga sekitar Rp 200–300 ribu per malam, udah dapat sarapan pagi dan suasana keluarga yang hangat. Bonusnya, bisa banyak cerita dari tuan rumah tentang sejarah Banda dan spot wisata tersembunyi.
4. Patungan untuk Sewa Perahu
Ini salah satu trik paling efektif. Sewa perahu sehari bisa Rp 700 ribu, tapi kalau patungan 5 orang, jatuhnya cuma Rp 140 ribu per orang. Selain hemat, jadi lebih rame dan seru kalau island hopping bareng.
5. Makan di Warung Lokal
Seafood di Banda itu segar banget, bahkan di warung sederhana pun rasanya juara. Harga makanan di warung lokal jauh lebih murah dibanding restoran turis. Sekali makan bisa cuma Rp 25 ribuan. Kalau dihitung, biaya makan 3 hari bisa ditekan sampai Rp 300 ribuan aja.
6. Jangan Kalap Belanja Oleh-Oleh
Godaan paling besar di Banda itu pala. Serius, wangi rempahnya bikin pengen beli banyak. Tapi hati-hati, kalau beli terlalu banyak malah nambah biaya bagasi. Triknya: beli secukupnya, maksimal 2–3 kg, dan pilih sirup pala atau manisan yang lebih ringan untuk dibawa pulang.
7. Pergi Saat Low Season
Hindari musim liburan panjang atau akhir tahun. Selain tiket lebih mahal, penginapan juga cepat penuh. Kalau datang di bulan Maret – Mei atau September – November, biasanya harga lebih bersahabat dan cuaca masih oke buat snorkeling.
Spot Foto Instagramable di Banda Neira
Banda Neira itu bukan cuma surganya sejarah dan laut, tapi juga ladang emas buat para pecinta fotografi. Hampir tiap sudut pulau bisa jadi background estetik. Waktu saya ke sana, rasanya tangan nggak berhenti pegang kamera. Nah, ini beberapa spot favorit yang menurut saya wajib dicoba:
1. Benteng Belgica
Bangunan peninggalan Belanda ini udah kayak ikon Banda Neira. Dari luar, dinding batu tebal dan tangga melingkar keliatan gagah banget. Tapi spot paling Instagramable ada di atas benteng, di mana kita bisa dapet view 360 derajat—laut biru, perkampungan, dan Gunung Api Banda jadi latar dramatis.
2. Gunung Api Banda (View dari Puncak)
Naik gunung ini memang butuh tenaga ekstra, tapi hasilnya bikin speechless. Dari puncak, kepulauan Banda kayak ditaburin di lautan biru, bentuknya jelas banget dari atas. Kalau berani bangun jam 3 pagi dan nanjak pas subuh, golden sunrise di sini bakal bikin foto kamu auto “wow”.
3. Dermaga Pulau Hatta
Air lautnya sebening kaca, sampai-sampai perahu di dermaga kelihatan seperti melayang. Banyak traveler yang foto duduk santai di ujung dermaga dengan background laut biru tosca. Simpel tapi hasilnya keren banget.
4. Kampung Nelayan Banda Neira
Kadang yang paling estetik itu justru yang sederhana. Jalan-jalan ke kampung nelayan, dengan rumah-rumah kayu berwarna pastel dan anak-anak main di tepi pantai, bisa jadi foto candid yang penuh cerita. Plus, suasananya hangat dan autentik.
5. Perkebunan Pala
Nah, ini spot yang underrated tapi super cantik. Pohon-pohon pala berjejer rapi, daunnya hijau segar, dan buah kuning kecil menggantung manis. Kalau lagi musim panen, bisa foto dengan warga lokal yang lagi ngupas pala—hasilnya natural dan unik banget.
6. Pantai Pulau Ai
Pantai ini punya pasir putih lembut dan air sebening kristal. Waktu sore menjelang, siluet pohon kelapa dengan langit oranye keemasan bikin foto sunset kamu terlihat kayak postcard.
7. Jalan Tua & Gedung Kolonial
Di Banda Neira masih banyak bangunan peninggalan kolonial yang catnya agak pudar, pintunya tinggi, dan jendelanya besar. Buat foto ala-ala vintage atau prewedding vibes, tempat ini pas banget.
Tips kecil kalau mau hunting foto di Banda Neira:
-
Bawa kamera underwater atau casing HP anti-air, karena spot snorkeling juga super fotogenik.
-
Jangan takut eksplor jalan kecil atau sudut sepi, biasanya justru dapat frame paling autentik.
-
Golden hour (pagi sebelum jam 8 dan sore sekitar jam 5) adalah waktu terbaik buat dapat cahaya lembut.
Rekomendasi Kuliner Khas Banda Neira
Buat saya, salah satu cara paling cepat jatuh cinta sama sebuah tempat itu lewat makanannya. Dan Banda Neira nggak main-main soal kuliner. Rasanya unik, segar, dan sebagian besar masih jarang ditemuin di daerah lain. Jadi selain snorkeling dan sejarah, perut juga harus dimanjain. Ini beberapa kuliner yang wajib dicoba:
1. Ikan Bakar Banda
Makan ikan bakar di Banda itu beda level. Ikannya segar banget, biasanya langsung ditangkap nelayan pagi hari. Dibakar dengan bumbu sederhana, cuma garam dan jeruk nipis, tapi rasa manis daging ikannya keluar maksimal. Disajikan dengan sambal colo-colo (sambal khas Maluku pakai tomat, bawang, dan cabai cincang). Waktu saya makan ini pertama kali, rasanya kayak “ah, ini baru definisi seafood asli”.
2. Nasi Kuning Banda
Beda dengan nasi kuning di Jawa, nasi kuning Banda biasanya lebih gurih dan wangi karena dimasak pakai rempah lokal. Lauknya bisa ikan tongkol rica-rica, telur balado, atau abon ikan. Cocok buat sarapan sebelum jalan-jalan.
3. Ikan Asar
Ini salah satu kuliner khas Maluku yang populer juga di Banda. Ikan (biasanya tongkol atau cakalang) diasap dengan kayu khusus sampai warnanya kecokelatan dan aromanya kuat. Bisa dimakan langsung atau diolah lagi jadi sup. Enaknya luar biasa, apalagi kalau dimakan pakai sambal dabu-dabu.
4. Bubur Neira
Kalau lagi pengen yang ringan, coba bubur Neira. Bentuknya mirip bubur Manado tapi lebih sederhana. Biasanya dimasak dengan sayur-sayuran segar dan rempah pala sedikit, bikin aromanya wangi.
5. Rujak Pala Banda
Nah, ini unik banget. Kalau biasanya rujak pakai mangga atau jambu, di Banda mereka bikin rujak pala. Rasanya campuran pedas, asam, manis, segar. Saya sempat kaget waktu nyoba pertama kali—ternyata buah pala muda bisa seenak itu dimakan dengan sambal gula merah.
6. Kue Bagea Pala
Kue kering tradisional yang teksturnya agak keras tapi wangi pala-nya semerbak. Biasanya jadi camilan sore ditemani kopi Banda. Cocok juga buat oleh-oleh, karena tahan lama di perjalanan.
7. Kopi Banda Neira
Jangan sampai kelewat kopi Banda. Aromanya khas karena ditanam di tanah vulkanik Gunung Api Banda. Rasanya bold tapi ada hint rempah halus. Waktu saya coba, langsung mikir “wah ini harus dibawa pulang sekilo”.
Tips buat pecinta kuliner di Banda Neira:
-
Jangan sungkan mampir ke warung kecil, justru di situlah cita rasa otentik paling kerasa.
-
Tanyakan menu musiman. Kadang ada hidangan spesial yang cuma ada di musim tertentu, misalnya sup pala muda.
-
Kalau suka kuliner manis, coba minta dibuatkan es pala—sirup pala homemade dicampur es batu. Segarnya bikin nagih.